Salah seorang hakim PA Padang Drs. Salwi, S.H sedang melaksanakan sidang itsbat didampingi seorang panitera pengganti

 

Padang │ www.pa-padang.go.id

Padang – Pengadilan Agama Padang bekerja sama dengan Kemenag Kepulauan Mentawai, UPZ Baznas Semen Padang dan Dukcapil setempat menyelenggarakan Sidang Itsbat Terpadu. Sidang ini dilaksanakan selama satu hari penuh pada hari Jumat (8/12/2017) yang bertempat di Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sebanyak 116 keluarga yang diitsbatkan.

"Alhamdulillah, melalui sidang Itsbat ini akhirnya saya punya buku nikah juga. Kini saya bisa mengurus KTP, akte kelahiran anak saya dan dokumen penting lainnya," kata Rudi, salah seorang peserta sidang Itsbat terpadu saat ditemui di sela-selai sidang isbath di Islamic Center Pulau Siberut, Jumat (8/12/2017) pagi.

Rudi, merupakan satu dari 116 pasangan suami-istri (Pasutri) yang tinggal di Kecamatan Siberut Selatan, Siberut Barat Daya, dan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Berkat adanya sidang Itsbat terpadu yang diselenggarakan UPZ Baznas Semen Padang, pria 47 tahun yang sudah 20 tahun menikah itu akhirnya bisa mendapatkan haknya sebagai warga negara Indonesia.

Sebelumnya, bapak tiga orang anak ini bersama seratusan masyarakat yang berasal dari tiga kecamatan di Pulau Siberut itu, merasa termarginalkan di "Bumi Sikerei", karena mualaf ini tidak bisa mendapatkan KTP, Kartu Keluarga dan akte kelahiran anak mereka. Sebab, mahalnya biaya transportasi ke Kantor KUA yang ada di pusat kecamatan, membuat mereka terpaksa melakukan nikah siri.

"Inilah dilema kaum dhuafa dan mualaf di Pulau Siberut ini. Untuk menikah ke Kantor KUA, mereka harus mengeluarkan ongkos yang begitu besar, karena harus naik kapal yang sewanya mencapai Rp3 juta. Untuk itu, nikah siri menjadi solusi bagi mereka, dan ini harus diminimalisir," kata Ketua Da'i Binaan UPZ Baznas Semen Padang di Kepulauan Mentawai, Imam Sulaiman, Jumat.

Kepala Kemenag Kepulauan Mentawai, Masdan, mengatakan, terselenggaranya sidang Itsbat massal ini, karena adanya dukungan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang. Sebab, lembaga pengumpul zakat karyawan Semen Padang Grup tersebut, turut prihatin melihat pasutri muallaf dan dhuafa yang seolah-olah, merasa termarginalkan di Kepulauan Mentawai.

“Pasutri itu merasa termarginalkan, sebab tidak bisa mendapatkan KTP, KK dan akte kelahiran anak mereka, karena pasutri itu menikah secara siri sehingga tidak memiliki buku nikah. Padahal untuk pengurusan akte kelahiran, KK dan KTP, dasarnya adalah buku nikah,” kata Masdan disela-sela sidang Itsbat massal terpadu.

Sidang Itsbat massal yang melibatkan Pengadilan Agama Kelas I A Padang, Kemenang dan Disdukcapil Kepulauan Mentawai itu, dibuka Sekda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Syaiful Jannah, dan dihadiri Kasi Kepenghuluan Kanwil Kemenang Sumbar, Edison, Ketua Pengadilan Agama Kelas I A Padang, Jasri.

Pada pembukaan sidang tersebut, turut hadir Ketua Pengurus UPZ Baznas Semen Padang, Oktoweri, Dewan Syariah UPZ Baznas Semen Padang, Mucklis Bahar, dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Imam Bonjol Padang, Ahmad Wira.

Menurut Masdan, sidang Itsbat massal secara terpadu ini juga bertujuan agar pasutri tersebut bisa langsung mendapatkan buku nikah dari KUA setelah pengadilan agama, mengeluarkan penetapan bahwa pasutri tersebut, sah menikah secara administrasi.

“Begitu buku nikah didapat, pasutri itu langsung direkam datanya oleh pihak Disdukcapil Mentawai untuk kepengurusan KK, KTP dan akte kelahiran anak mereka. Sidang Itsbat massal ini, juga bertujuan untuk meminimalisir biar ke depan di Mentawai ini, tidak ada lagi pasangan yang menikah secara siri," bebernya.

Sekda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Syaiful Jannah juga menuturkan bahwa sidang Itsbat massal ini baru kali pertama diadakan di Mentawai. Ke depan, sidang Itsbat massal ini akan terus dilakukan mengingat, masih banyaknya pasutri mualaf dan dhuafa di Mentawai telah menjalani pernikahan secara siri.

Data sementara, kata Syaiful, ada 200 lebih pasutri yang menikah secara siri dan akan menjalani sidang Itsbat massal. Di antaranya, di Kecamatan Siberut Utara sebanyak 104 pasutri, Sipora Selatan 90 pasutri dan di Pagai sebanyak 100 pasang. “Ini baru pasutri yang terdata, yang tidak mungkin juga banyak,” ujarnya.

"Ini yang terus kita selesaikan secara bertahap, dan kita terus berupaya mencari donator-donatur. Kalau bisa melalui anggaran APBD, karena ini juga kewajiban kita untuk mengurusinya agar mereka mempunyai hak-hak yang bisa dipertanggungjawabkan," sambung Syaiful.

Panitera Pengadilan Agama Kelas I A Padang, Aprizal, menyebut sidang Itsbat massal ini diatur oleh Mahkamah Agung No 1 tahun 2015 tentang Sidang Diluar Pengadilan. Pada sidang ini, para hakim meneliti keabsahan pernikahan siri para pasutri tersebut, seperti meneliti apakah mereka menikah tanpa ada saksi yang adil, atau walinya bukan bapaknya atau sedarah dengan bapaknya.

"Para hakim yang menyidangkan mereka, akan menanyakan asal usul nikahnya di mana, dan dibuktikan dengan saksi. Setelah terpenuhi hukum acaranya, dan matmarilnya juga terpenuhi, maka hakim menetapkan bahwa pernikahan antara pemohon satu dan pemohon dua di Kepulauan Mentawai ini, sah secara administrasi. itu prosesnya," ujar Aprizal.

Kasi Kepenghuluan Kanwil Kemenang Sumbar, Edison, mengapresiasi UPZ Baznas Semen Padang yang telah mensuport sidang Itsbat massal di Mentawai ini, karena tanpa ada sidang Itsbat, tentu jumlah pasutri yang menikah secara siri bertambah banyak.

"Ini luar biasa sekali, dan ini juga ibadah bagi Semen Padang. Manfaat sidang ini sangat luar biasa bagi para pasutri mualaf dan dhuafa di Mentawai ini. Semoga, Semen Padang ke depan, dimudahkan rezekinya, dan terus berkembang serta maju bersama masyarakat," ujarnya

Ketua Pengurus UPZ Baznas Semen Padang, Oktoweri menyebut bahwa pihaknya mendukung sidang Itsbat massal ini, karena merupakan bagian dari program UPZ Baznas Semen Padang, yaitu program dakwah dan advokasi.

"Dengan mendukung program ini, maka secara tidak langsung kami kami telah ikut mendukung masyarakat mentawai untuk memenuhi hak-hak mereka sebagai warga negara Indonesia," ujar Oktoweri.

Kepala Departemen Internal Audit PT Semen Padang itu juga menyebut bahwa sumber biaya sidang Itsbat massal ini berasal dari zakat karyawan Semen Padang yang dihimpun oleh UPZ Baznas Semen Padang. Total zakat yang dikumpulkan perbulan itu sekitar Rp1 miliar yang berasal dari karyawan Semen Padang.

"Jadi, dana zakat karyawan itulah yang kami gunakan untuk melaksanakan sidang Itsbat massal para pasutri muallaf dan dhuafa di tiga kecamatan di Pulau Siberut ini," bebernya.

Dewan Syariah UPZ Baznas Semen Padang, Mucklis Bahar menambahkan, para mualaf dan dhuafa di Siberut ini berhak mengikuti sidang Itsbat yang pembiayaannya ditanggung oleh zakat karyawan Semen Padang yang dihimpun UPZ Baznas Semen Padang, karena seratusan pasutri itu merupakan mualaf dan kaum dhuafa.

"Para peserta mualaf itu termasuk golongan asnaf yang delapan, yaitu miskin, fakir, mualaf dan fisabilillah. Artinya, mereka berhak dibiayai oleh UPZ untuk mengikuti sidang Itsbat massal ini, karena mereka tergolong ke dalam asnaf yang delapan," terang mantan Dekan Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang itu. (Ababil/Fordilag PA Padang)

 

Pengadilan agama, Pengadilan agama padang, Sidang keliling, Mentawai

 

 

Tinggalkan Komentar

 

 

 

Statistik Pengunjung

3 4 9 8 6
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
42
123
34986
0
1906
0
34986
IP Anda : 54.242.115.30
2018-01-17 04:18