Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Untuk kali kedua, Ditjen Badan Peradilan Agama menjadi peserta pameran Laporan Tahunan MA RI di Jakarta Convention Center. Seperti tahun sebelumnya, yang diselenggarakan di tempat yang sama, Badilag masih mengusung pemanfaatan teknologi informasi sebagai materi pameran.

Tahun 2018 lalu, Badilag menampilkan pemanfaatan aplikasi SILARA yang dikembangkan dan diaplikasikan di wilayah PTA Bandarlampung, SIANSIDI yang dikembangkan PA Purwakarta dan aplikasi E-Perkara-nya PA Tangerang.

Kali ini, di pameran yang dibuka secara resmi oleh Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, S.H., M.H. Rabu siang (27/2/2019), Badilag menampilkan aplikasi yang dikembangkannya sendiri. Tapi, ide aplikasi itu tetap bersumber dari inovasi yang dikembangkan oleh pengadilan dibawahnya. Dan, pada akhirnya aplikasi ini akan diterapkan di seluruh pengandilan agama dibawahnya.

Apa saja aplikasi itu??? Yang pertama aplikasi notifikasi perkara. Berbasis data SIPP, aplikasi ini mampu memberikan notifikasi kepada pihak berperkara terkait perkembangan perkaranya. Kedua, aplikasi informasi perkara. Melalui aplikasi ini, pemberian informasi yang diajukan oleh para pihak akan diberikan secara otomatis.

Ketiga, Badilag mengembangkan aplikasi antrian sidang. Aplikasi ini sudah sudah banyak dikembngkan oleh pengadilan agama. Namun, Badilag menginginkan dengan aplikasi ini mampu lebih memberikan prediksi dan jadwal persidangan secara cepat. Pihak berperkara dapat melakukan pendaftaran antrian secara online sehingga dpat menentukan sendiri waktu kedatangan ke persidangan. Diharapkan, melalui aplikasi ini tidak terjadi penumpukan para pihak yang datang di pengadilan.

Keempat, aplikasi verifikasi data kemiskinan. Bekerjasama dengan TNP2K, aplikasi yang dapat membantu menyajikan data masyarakat miskin ini, diharapkan dapat menjadi dasar pengadilan agama dalam pemberian prodeo kepada masyarakat yang akan mengajukan perkara di pengadilan agama.

Yang kelima, aplikasi e-eksaminasi. Adalah sebuah sistem yang dapat memberikan informasi dan pemetaan terhadap kompetensi hakim dalam memeriksa dan memutus perkara. Data dari aplikasi ini dapat digunakan sebagai data awal dalam menentukan kebijakan diklat, promosi dan mutasi.

Keenam, aplikasi PNBP. Terintegrasi dengan SIPP, aplikasi ini dapat membantu pencantatan PNBP seluruh pengadilan agama secara terpusat.

Lalu apa lagi yg ada di Booth Badilag??? Dirjen, Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. dari awal berkomitmen, Booth Badilag sudah tidak bersahabat lagi dengan kertas-kertas. Paperless istilah kerennya. Untuk buku tamu? Tentu saja pengunjung tidak menulis lagi di kertas buku tamu. Badilag sudah menyediakan tiga monitor sentuh sebagai medianya. Pengunjung hanya mengetik nama, jabatan dan asal instansi. Terus meng-klik tombol foto, dan secara otomatis foto dan data-data pribadi tersebut tersimpan di data pegunjung.

Informasi profil, evaluasi pemanfaatan SIPP dan informasi implementasi e-court sudah tersaji di monitor sentuh. Begitu pula informasi evaluasi website peradilan agama sudah tersaji disana. Bagi pengunjung yang ingin membaca atau men-download majalah yang diterbitkan Ditjen Badilag, pengunjung tinggal meng-klik-nya di layar monitor.

   


Media teleconference sudah tersedia juga. Dijadwalkan Ketua Mahkamah Agung akan berbicara jarak jauh terkait penerapan kebijakan Mahkamah Agung dengan 4 pengadilan agama yang telah ditunjuk. Yaitu, PA Pekanbaru, Ciamis, Surabaya dan PA Morotai di Maluku Utara.

Badilag juga menyediakan beberapa mechandise sebagai buah tangan bagi pengunjung. Untuk mendapatkannya, mudah saja. Pengunjung harus mampu menjawab pertanyaan seputar Mahkamah Agung dan peradilan agama dan mampu memasukkan bola golf. (hirpan hilmi)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar

 

 

 

Statistik Pengunjung

1 1 5 5 3 5
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
20
142
115535
0
10637
12027
115535
IP Anda : 34.237.76.91
2019-09-22 01:54