Jakarta l Badilag.net

Tim Pelaksana Kompetisi Pelayanan Publik Pengadilan 2015, iLead Universitas Indonesia, sedang berpacu dengan waktu untuk menyempurnakan pedoman kompetisi, yang meliputi persyaratan peserta, mekanisme kompetisi, kriteria penilaian, susunan dewan juri, dan lain-lain.

Berdasarkan hasil beberapa kali rapat, yang mutakhir pada 23 Juli 2015 di Gedung MA, dapat diinformasikan bahwa kompetisi ini akan dimulai pada 19 Agustus, bersamaan dengan Hari Jadi ke-70 Mahkamah Agung.

Kompetisi ini akan dilakukan secara online dan offline. Mula-mula, seluruh pengadilan tingkat pertama akan dikirimi surat oleh panitia. Surat itu memuat username dan password yang akan digunakan tiap-tiap pengadilan untuk berpartisipasi dalam kompetisi.

Selanjutnya, tiap-tiap pengadilan diminta untuk membuka situs inovasi.mahkamahagung.go.id yang saat ini masih dibangun dan disempurnakan. Setelah itu, calon peserta kompetisi diharuskan mendaftar dengan memasukkan username dan password yang telah diberikan oleh panitia.

Setelah berhasil mendaftar dan login, peserta kompetisi dipersilakan memasukkan teks berisi judul dan uraian mengenai inovasi yang telah dikembangkan. Teks itu harus mendeskripsikan sekilas latar belakang diciptakannya inovasi tersebut, bagaimana inovasi itu sesungguhnya dan apa saja manfaatnya. Panjang teks sekira 300 kata.

Peserta kompetisi juga diharuskan membuat video mengenai inovasi yang dilombakan. Video itu lantas diunggah ke Youtube, lalu link-nya dimasukkan ke dalam boks yang tersedia di bawah teks yang berisi judul dan deskripsi inovasi. Dalam video itu perlu disertakan testimoni-testimoni dari pengguna layanan, selain tentu saja ada gambaran mengenai bagaimana inovasi itu dipakai. Durasi video sekitar 3 menit.

Selain itu, peserta lomba juga diberi kesempatan memasukkan file-file lampiran, baik dalam bentuk foto maupun teks. Dokumen-dokumen yang dapat dilampirkan misalnya alur pengoperasian hasil inovasi yang dilombakan, keputusan rapat, hasil survei, dan lain-lain.

Lomba yang dilakukan secara online itu akan berlangsung sekitar enam pekan. Setelah lomba secara online itu ditutup, panitia dan dewan juri akan melakukan seleksi. Panitia hanya melakukan seleksi administratif, misalnya untuk mengecek apakah seluruh boks yang tersedia telah diisi atau belum, apakah video bisa diakses atau tidak, dan sejenisnya. Hasil seleksi administratif itu akan diserahkan panitia kepada dewan juri.

Selanjutnya dewan juri melakukan penilaian secara substantif, berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan. Setelah melakukan penilaian, dewan juri menyusun hasilnya dalam bentuk ranking dari yang terbaik.

Setelah itu, satker-satker dengan inovasi terbaik akan dikunjungi oleh tim penilai. Dengan penilaian secara offline itu, akan dipastikan apakah inovasi yang dilombakan benar-benar beroperasi dengan baik dan seperti apa manfaat yang sesungguhnya. Sampai kini belum disepakati, berapa jumlah satker yang akan dicek langsung.

Hasil kunjungan itu akan ditabulasikan, sehingga menghasilkan peringkat dari yang terbaik. Setelah itu, beberapa di antara satker terbaik itu akan diundang ke MA, untuk mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri. Kemungkinan, yang akan diminta melakukan presentasi adalah pimpinan satker dan pegawai yang sehari-hari bertanggung jawab terhadap operasionalisasi inovasi.

Presentasi oleh pimpinan satker itu merupakan rangkaian akhir kompetisi. Dari situ, dewan juri akan menentukan satker-satker yang juara I, II dan seterusnya. Hingga kini, berapa jumlah satker yang akan diatributi juara dan diberi penghargaan juga belum disepakati.

Yang menarik, selain ada juara yang ditentukan oleh dewan juri, kompetisi ini juga akan menghasilkan juara favorit. Publik dapat mem-vote inovasi yang disukainya, dan satker yang inovasinya paling banyak di-vote akan menjadi juara favorit.

Dirjen Badilag Drs. H. Abdul Manaf, M.H. mengharapkan agar seluruh pengadilan tingkat pertama di lingkungan peradilan agama tidak menyia-siakan kesempatan ini.

Karena sebentar lagi kompetisi dimulai, Dirjen Badilag menghimbau agar satker-satker yang ingin berperan serta dalam kompetisi ini mempersiapkan diri sebaik mungkin.

[hermansyah]

 

Badilag, Hakim, Mahkamah agung, , Pengadilan agama

 

 

Tinggalkan Komentar

 

 

 

Statistik Pengunjung

6 3 2 5 4
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
130
137
63254
0
6607
6049
63254
IP Anda : 54.80.87.166
2018-10-16 23:44