Muara Enim | pa-muaraenim.net (19/5/2011)

Kamis, (19/5) Pengadilan Agama Muara Enim kembali mendapat kunjungan dari Waka PTA Palembang Drs. H. A. Dahlan, SH, MH., kunjungan ini merupakan yang ketiga setelah diluncurkannya Queue System pada tanggal 20 April 2011 oleh KPTA Palembang (Drs. H. A. Mukhsin Asyraf, SH. MH) dan kunjungan Dirjen Badan Peradilan Agama MARI, Drs. Wahyu Widiana, MA. Kehadiran Wakil Ketua PTA Palembang tersebut bersama Tim Pengawas / Pembinaan yang terdiri dari Drs. H. Sulaiman Abdullah, SH, MH. Drs. Mu’ayyad, SH. dan Maskur Kaswi, SH. dalam rangka merespon pengaduan masyarakat yang sempat menerpa PA Muara Enim.

Dalam kesempatan tersebut Waka PTA Palembang mengutip kesan pak Dirjen Badilag tentang Perkembangan Teknologi Informasi (TI) di Pengadilan Agama Muara Enim yaitu Queue System/antrian sidang merupakan sebagai salah satu point dari “Quick Wins” Reformasi Birokrasi MA dan pengadilan di bawahnya, telah dilaksanakan dengan baik oleh PA Muara Enim. Situsweb, SIADPA dan Queue System telah berjalan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada pencari keadilan.

”Bahkan lebih jauh, Dirjen menyatakan bahwa ‘Queue System’ yang memanfaatkan Teknologi Informasi di PA itu merupakan salah satu sistem antri terbaik di lingkungan peradilan agama se Indonesia”. “Saya puas melihat pemanfaatan TI di PA Muara Enim ini. Artinya, PA ini telah melaksanakan sebagian dari program besar Mahkamah Agung RI dalam melaksanakan reformasinya”

Namun menurut Waka PTA Palembang hal ini harus dipertahankan dan selalu memperbaiki citra pelayanan terhadap masyarakat. Dalam kesempatan itu Waka PTA Palembang memberikan apresiasi dan dukungannya kepada seluruh jajaran peradilan agama di wilayah PTA Palembang atas pencapaian yang dilakukan, serta mendorong untuk terus melakukan pembenahan dan koreksi positif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan melalui media antrian sidang seperti yang ada di PA Muara Enim.

Dalam kesempatan itu juga Waka PTA Palembang menyarankan agar dibuat buku panduan praktis tentang tata cara penggunaan Sistem Antrian Sidang beserta petunjuk maupun gambarnya. Adapun buku Panduan Sistem Antrian Sidang Pengadilan Agama Muara Enim Tahun 2011 yang telah diluncurkan oleh Tim IT dan Pelayanan Terpadu :

A. Mesin Antrian Sidang Koneksi Dengan Aplikasi SIADPA

Mesin antrian sidang berfungsi membantu masyarakat yang sedang menunggu jadwal sidang dengan tertib dan teratur tanpa perlu berdesak-desakan. Mesin antrian ini satu-satunya yang memiliki koneksi dengan data perkara di APLIKASI SIADPA.

Dengan system ini, diharapkan suasana persidangan lebih tenang dan nyaman serta memunculkan rasa keadilan, siapa yang dahulu datang dia berhak sidang terlebih dahulu. Sehingga citra lembaga peradilan sebagai institusi pelayanan publik akan meningkat.

B.Tata Cara Pengambilan Antrian Sidang

  1. Para pihak menyentuh nomor perkara pada layar sentuh yang tersedia, yang berada di ruang sidang 1 atau 2, maka akan muncul menu nama para pihak.
  2. Setelah itu sentuh nama tersebut maka akan muncul, konfirmasi nama dimaksud dengan perintah ”Ya” atau ”Tidak”.
  3. Bila benar sentuh ”Ya”, maka struk nomor antrian akan ke luar dari printer mini yang tersedia di samping layar sentuh. (struk antrian sidang berisi info tentang : ruang sidang, nomor antrian berapa, nomor perkara, tanggal bersidang dan waktu pengambilan nomor antrian).
  4. Maka para pihak yang berperkara tinggal menunggu antrian untuk sidang. Mudah bukan ?.

Pihak P dan T mempunyai hak yang sama dalam pengambilan nomor antrian dan nomor antrianpun sama dengan nomor antrian yang diambil terdahulu oleh salah satu pihak.

C.  Tata Cara Pemanggilan Antrian Sidang

  1. Pada meja Panitera Sidang terdapat dua tombol pemanggilan, yaitu tombol ”Merah” dan Tombol ”Hijau”
  2. Tombol “Merah” berfungsi untuk memanggil para pihak berperkara sesuai dengan nomor antrian yang sudah diambil.
  3. Maka akan ke luar suara otomatis memanggil nomor antrian berapa beserta nomor perkaranya.
  4. Juga akan ke luar display nomor antrian dan ruang sidang berapa, persidangan tersebut dilangsungkan.
  5. Apabila para pihak belum juga masuk ke ruang persidangan, maka dapat diulang dengan menekan tombol ”Hijau”.
  6. Praktis, tanpa membuang energi (Darman/Yuli S)

 

 

 

Tinggalkan Komentar

 

 

 

Statistik Pengunjung

1 2 7 6 1 0
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
143
231
127610
0
10500
14766
127610
IP Anda : 3.227.3.146
2019-11-20 19:08