Salah seorang hakim PA Padang Dra. Hj. Rosliani, S.H., M.A didamping Panitera Pengganti Dra. Asharmi 

 

PA Padang-Sebanyak 136 pasangan suami istri di tiga kecamatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat yang disidangkan oleh Pengadilan Agama Padang Kelas IA melalui sidang Isbat Terpadu Jilid III yang digelar di Sikakap. Acara ini dilaksanakan  bekerja sama dengan UPZ Baznas Semen Padang dan Kemenag Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Ketua PA Padang Drs. H. M. Nasrul K, S.H., M.H, berangkat bersama rombongan, lima orang hakim, Panitera, lima Panitera Pengganti dan lima staff untuk operator. Rombongan pergi pada hari Selasa (23/10/18) sore ke Pelabuhan di Bungus dan sampai pada esok paginya di Sikakap. Meski dalam keadaan cuaca yang tidak stabil dan kantuk yang menyerang, tidak melunturkan semangat semua pegawai PA Padang untuk tetap hadir pada acara pembukaan dan langsung melaksanakan sidang setelah shalat zuhur berjamaah.

Menurut Ketua PA Padang, kegiatan kali ini dapat meningkatkan ukhuwah persaudaraan dan ukhuwah islamiah. “Kedepan untuk anak bapak ibu semuanya yang akan menikah, agar mengikuti prosedur yang berlaku. Karena jika tidak, banyak kerugian yang didapat, karena surat nikah ini sangat penting dan banyak manfaatnya,” ucap Naska.

Lebih lanjut KPA Padang berharap, semoga perjuangan kita semua ini bernilai ibadah. “Mari kita berdoa, semoga kita selamat semuanya, dan kedepan PA Padang akan melayani Bapak Ibu secara prima dan baik,” tutup Ketua PA Padang. Kemudian ketua membuka acara sidang istbat terpadu secara resmi di Masjid Raya Sikakap tersebut.

“Sekarang seratusan pasangan yang berasal dari Kecamatan Sikakap, Pagai Utara dan Pagai Selatan itu sudah mendapatkan hak-haknya sebagai warga Negara Indonesia, karena setelah sidang itsbat ini, mereka langsung mendapatkan buku nikah, KTP, Kartu Keluarga (KK) dan Catatan Sipil. Sidang itsbat ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Disdusdukcapil Mentawai,” kata Kepala Kemenag Kepulauan Mentawai, Masdan, disela-sela Sidang Itsbat, Kamis (25/10/2018).

Sidang Itsbat Massal Terpadu Jilid III itu merupakan bagian dari program Syiar Islam Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang bekerja sama dengan Pengadilan Agama Padang. Sebelumnya, bersama Kemenag Kepulauan Mentawai, Pengadilan Agama Padang Kelas I A, dan Disdukcapil Mentawai, juga menggelar sidang serupa di dua kecamatan di Mentawai, yaitu di Siberut Selatan dan Siberut Barat.

Sebelum ada sidang itsbat ini, sebutnya, pasangan yang menikah secara siri di Mentawai berjumlah lebih kurang 600 pasang. Tapi setelah adanya sidang ini, jumlah tersebut berhasil ditekan. Bahkan saat ini ada sekitar 150 pasangan suami istri yang belum mengikuti sidang itsbat.

“Jumlah itu tersebar di kawasan Tua Pejat dan beberapa daerah lainnya di Kepulauan Sipora, Mentawai. Dalam waktu dekat, kami bersama UPZ Baznas Semen Padang, Pengadilan Agama Padang dan Disdukcapil Mentawai, akan kembali melakukan sidang itsbat untuk pasangan tersebut yang rencananya akan diadakan di Tua Pejat,” ujarnya.

Oleh sebab itu, katanya melanjutkan, bagi pasangan suami istri yang menikah secara siri dan belum mengikuti sidang itsbat, diharapkan untuk segera mendaftarkan namanya ke penyuluh atau Kantor Urusan Agama (KUA).

Bahkan keturunannya atau anak yang mereka lahirkan dari pernikahan siri tersebut, akan berstatus sebagai anak seorang ibu, dan bukan anak seorang ayah. Sebab, ketika anaknya lahir, hak-hak anaknya seperti Catatan Sipil, Kartu Keluarga (KK) dan KTP tidak akan diberikan oleh pemerintah.

Ketua Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Imam Bonjol, Ulfatmi Amirsyah, yang ikut menyaksikan sidang itsbat terpadu itu, mengapresiasi Pengadilan Agama Padang dan lembaga yang bekerja sama yang telah peduli terhadap kondisi status pernikahan pasangan suami istri yang berasal dari keluarga kurang mampu di Kepulauan Mentawai ini.

Bahkan tak hanya mendukung dan memfasilitasi, program ini bersama puluhan da’i binaan yang tersebar di Kepulauan Mentawai, juga komit untuk terus mensyiarkan Agama Islam di Mentawai dengan cara memberikan pendampingan kepada umat Islam di Mentawai, termasuk kepada para mualaf.(AG/Fordilag PA Padang)

 

 

 

Tinggalkan Komentar

 

 

 

Statistik Pengunjung

6 6 6 9 2
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
77
140
66692
0
4729
8253
66692
IP Anda : 54.167.18.170
2018-11-15 13:45